6500 Usaha Kecil Menengah Terdampak Pandemi Covid-19 di Kuningan

Kuningan, Jawa Barat (Paradiso) – Pandemi covid-19 membawa dampak serius bagi perekonomian Indonesia, tidak terkecuali Kabupaten Kuningan di Jawa Barat juga mendapatkan imbasnya.

Bupati Kuningan, Acep Purnama mengatakan tidak kurang 6.500 UKM yang sebagian besar di bidang pariwisata terkena dampak serius. Baik itu berupa penutupan usaha maupun pemberhentian pekerja, ini sangat memukul perekonomian Kuningan.

“Kondisi New Normal saat ini, kami akan menganggarkan Rp 11 miliar APBD untuk subsidi ke industri wisata dan hiburan Kabupaten Kuningan. 7000 orang akan mendapatkan bantuan dalam program recovery ini,” jelas Acep saat menerima rombongan Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) dalam event Press Tour & Seminar Series Cirebon, Kuningan dan Bandung yang diselenggarakan pada 27 hingga 30 Agustus 2020, Kamis (27/08/2020).

Acep Purnama menjelaskan, Kabupaten Kuningan siap menerima kunjungan wisatawan ke wilayahnya. Bahkan berbagai strategi dilakukan demi mempersiapkan sektor pariwisata Kuningan pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru ini.

Misalnya bersinergi dengan beberapa Kabupaten/Kota yang saling berbatasan langsung melalui program ini, Kunci Bersama yang merupakan inisial dari 9 nama Kabupaten/Kota yang bersepakat saling bersinergi yaitu diantaranya Kab. Kuningan, Kab. Cirebon, Kota Cirebon, Kab. Ciamis, Kab. Brebes, Kab. Banjar, Kab. Majalengka & Kab. Pangandaran.

“Kami bersinergi dengan beberapa Kabupaten/Kota yang saling berbatasan langsung. Kami menamakan program ini, Kunci Bersama yang merupakan inisial dari 9 nama Kabupaten/Kota yang bersepakat saling bersinergi yaitu diantaranya Kab. Kuningan, Kab. Cirebon, Kota Cirebon, Kab Ciamis, Kab. Brebes, Kab. Banjar, Kab. Majalengka & Kab. Pangandaran,” kata Bupati Kuningan, Acep Purnama saat menerima kunjungan

Menurut Acep, dapat di pastikan bahwa seluruh destinasi wisata di Kabupaten Kuningan telah menerapkan protokol kesehatan dengan tegas serta disiplin. Bahkan guna mensosialisasikan pentingnya memakai masker, kami membagikan masker kepada masyarakat yang tidak pakai masker akan tetapi per tanggal 28 (Agustus) besok kami akan mulai berlakukan tindakan yang tegas dengan tidak mengizinkan masyarakat tanpa masker untuk masuk ke kawasan wisata dan ekonomi di Kuningan.

“Protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan pada new normal atau adaptasi kebiasaan baru ini, hal ini bertujuan agar ekonomi bergerak, karena sektor pariwisata salah satu penggerak utama ekonomi ,” tegasnya.

Kabupaten Kuningan yang memiliki 174 objek wisata ini, masih menurut Acep punya potensi lebih lagi untuk mengembangkan sektor pariwisata sekaligus ekonominya. Sebelum adanya covid-19 jumlah wisatawan ke Kuningan mencapai 3,8 juta orang per tahun, namun hingga Juli 2020 ini jumlah wisatawan ke Kuningan baru mencapai 1,2 juta orang.

“Jumlah kunjungan wisatawan ke Kuningan tahun ini sebenarnya kita targetkan 3,8 juta orang, namun karena adanya pandemi ini jumlah wisatawan yang ke Kuningan terkikis habis. Hingga Juli 2020 baru mencapai 1,2 juta orang. Jadi untuk mencapai target tersebut cukup berat,” tegasnya.

Padahal Kuningan punya potensi untuk mengembangkan sektor pariwisata dan ekonominya. Sebagai contoh di kawasan Gunung Ciremai yang punya peluang untuk menjadi kawasan wisata potensial dan dengan bantuan investasi dari pihak swasta maka kami akan dapat mewujudkan kawasan Gunung Ciremai yang lebih ramah wisatawan ke depannya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon, Wandi Sofyan menegaskan bahwa Kota Cirebon sangat memperhatikan protokol kesehatan di berbagai destinasi wisata khususnya di Keraton Kasepuhan Cirebon.

“Kami terapkan protokol kesehatan di setiap destinasi wisata Kota Cirebon. Ada program ‘3M’ yang terdiri dari Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan. Seluruh langkah protokol ini dilakukan karena potensi wisatawan berasal dari kawasan zona merah,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *