Home Destinasi Tingkatkan Sertifikasi SDM Pariwisata, Kemenpar Sosialisasikan Program SISIP

Tingkatkan Sertifikasi SDM Pariwisata, Kemenpar Sosialisasikan Program SISIP

by Bowo
0 comment

Jakarta (Paradiso) – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM) Industri Pariwisata berbasis digital, Asisten Deputi Peningkatan SDM Industri (Asdep AKSI) Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata tengah membangun dan mengimplementasikan Sistem Informasi SDM Industri Pariwisata (SISIP), produk Super App yang dirancang untuk menyediakan layanan Registrasi Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK), Registrasi Sertifikasi Kompetensi (Serkom), Lisensi LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi), serta penyajian data dan informasi SDM Industri Pariwisata berbasis Artificial Intelligence (AI).

Dalam upaya tersebut, Asdep AKSI Kemenpar menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sosialisasi SISIP nasional secara daring pada Rabu dan Kamis, 20 – 21 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti lebih dari 600 peserta di seluruh Indonesia. Peserta terdiri dari Dinas Pariwisata Provinsi, Kabupaten, dan Kota. Juga diikuti Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata dari berbagai bidang kompetensi kepariwisataan di Indonesia.

Kemal Akbar, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Kapasitas SDM Industri Kemenpar mewakili Asdep AKSI dalam pembukaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sosialisasi SISIP ini menjelaskan, Super App SISIP merupakan platform digital yang dirancang untuk mengelola data dan menyediakan layanan informasi pengembangan kapasitas serta kelembagaan SDM pariwisata. Platform ini juga menghadirkan layanan registrasi sertifikasi kompetensi, pelatihan berbasis kompetensi, lisensi LSP, hingga informasi peluang kerja sektor pariwisata.

Baca Juga:   Kemenparekraf Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Atraksi dan Amenitas di Destinasi Wisata

“SISIP menjadi sarana penting dalam mendukung perumusan kebijakan, pengembangan program, serta penyediaan informasi yang akurat bagi masyarakat dan pemangku kepentingan di sektor pariwisata,” ujar Kemal Akbar saat membuka Bimtek dan Sosialisasi SISIP secara daring di Jakarta, Rabu (20/05/2026).

Penggagas Super App SISIP, Glory Hastanto, mengatakan bahwa pengembangan SISIP merupakan tindak lanjut arahan Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Industri Pariwisata Kemenpar, Faisal, terkait pentingnya transformasi digital dalam tata kelola SDM pariwisata nasional, khususnya terkait Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK), Sertifikasi Kompetensi (Serkom), berkolaborasi dengan LSP, LPK/BLK, Dinas Pariwisata Provinsi, Kabupaten/Kota, BNSP, K/L lainnya, dan Lembaga Pendidikan Pariwisata, serta Industri Pariwisata sekaligus menjadi penguatan sinergi antar stakeholder.

Rendahnya partisipasi tenaga kerja pariwisata dalam pelatihan berbasis kompetensi (PBK) dan belum optimalnya pemahaman industri terhadap pentingnya sertifikasi kompetensi tenaga kerja, menjadi dasar bagi Asdep AKSI Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan SISIP sebagai platform digital terintegrasi yang menyediakan layanan data, informasi, registrasi PBK, registrasi Serkom, lisensi LSP, AI SISIP, dan peluang kerja sektor pariwisata yang mudah diakses.

Pengembangan SISIP dilakukan melalui pembangunan basis data (database) SDM industri pariwisata berbasis web, penyediaan layanan registrasi sertifikasi kompetensi dan pelatihan berbasis kompetensi secara daring, hingga layanan permohonan rekomendasi lisensi LSP. Selain itu, SISIP juga dilengkapi layanan dashboard informasi eksekutif SDM pariwisata dan pengelolaan sistem informasi berbasis Artificial Intelligence (AI) guna mendukung integrasi data dan pelayanan publik sektor pariwisata.

Baca Juga:   Nikmati Promo Liburan Sekolah dari HOTEL WYNDHAM INDONESIA

Melihat cakupan peserta yang melibatkan pemangku kepentingan nasional dari pusat hingga daerah, serta pentingnya transformasi digital dalam tata kelola SDM pariwisata Indonesia, kegiatan ini memiliki nilai strategis untuk dipublikasikan SISIP sebagai bentuk diseminasi informasi dan layanan publik untuk SDM Pariwisata, stakeholder, dan masyarakat sebagai bentuk komitmen Kementerian Pariwisata dalam memperkuat ekosistem SDM pariwisata yang adaptif, modern, dan berbasis digital. (*)

Berita Terkait