Home Pendidikan UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA TENTANG ORGAN GERAK HEWAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENGAMATAN LANGSUNG PADA SISWA KELAS V SDK LARANTUKA IV

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA TENTANG ORGAN GERAK HEWAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENGAMATAN LANGSUNG PADA SISWA KELAS V SDK LARANTUKA IV

by Igo Kleden

Elisabet Nyora Kleden,S.Pd.SD

NO.11/THN.XV/SEPT/2022

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Secara khusus IPA menggunakan suatu pendekatan empiris untuk mencari penjelasan alam semesta yang diamati. Meskipun studi tentang IPA dipecah menjadi beberapa disiplin ilmu, tetapi inti dari masing-masingnya terletak pada metode dan mempertanyakan hasilnya secara berkesinambungan. Mendidik melalui IPA dan mendidik dalam IPA merupakan suatu wahana yang mempersiapkan anggota masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dan menentukan arah penerapannya. Sebagai bagian dari pendidikan umum, siswa seyogianya berpartisipasi dan menilai sendiri pencapaian ilmiahnya, termasuk berdasarkan pengalaman dan temuan mereka. (Nuryani Rustaman:2012).

Salah satu indikasi yang sangat sering terlihat pada diri siswa pada saat proses pembelajaran IPA adalah kebanyakan siswa menganggap bahwa mata pelajaran IPA adalah pelajaran yang sangat sulit, sehingga sedikit sekali siswa yang menyukainya, rendahnya minat siswa terhadap pelajaran IPA ini menyebabkan rasa takut karena ketidakmampuan siswa dalam menguasai dan memahami konsep dasar IPA. Akibat dari kenyataan di atas, maka setiap dilakukan tes untuk mata pelajaran IPA hasilnya sering tidak sesuai dengan yang diharapkan bahkan sangat mengecewakan. Siswa merasa bosan dengan pembelajaran yang terkesan monoton, yang berarti guru hanya menjelaskan pembelajaran dan siswa mencatat apa yang dijelaskan guru. Siswa menjadi malas dan bermain dengan temannya.

Pengalaman peneliti mengajar IPA di kelas V SDK Larantuka IV pada materi bagian-bagian bunga belum menunjukkan hasil yang optimal. Jumlah siswa kelas V SDK Larantuka IV adalah 20 orang, siswa yang tuntas dalam pembelajaran ada 9 orang siswa dengan prosentase ketuntasan sebesar 45%, sedangkan siswa yang tidak tuntas dalam pembelajaran ada 11 orang siswa dengan prosentase ketidaktuntasan sebesar 55%. Masalah ini terjadi karena guru tidak menggunakan metode yang tepat sesuai dengan materi pembelajaran. Dalam pembelajaran guru hanya menggunakan metode ceramah sehingga siswa malas dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan sering bermain dengan temannya.

Upaya untuk melakukan perbaikan pembelajaran terus dilakukan. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDK Larantuka IV adalah dengan menggunakan metode pengamatan langsung. Metode pengamatan langsung merupakan satu komponen penting dalam pendekatan konstruktivistik yang telah memiliki sejarah panjang dalam inovasi atau pembaharuan pendidikan. Dalam pengamatan langsung, siswa didorong untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan dan menulis prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Pembelajaran dengan menggunakan metode pengamatan langsung memacu siswa untuk mengetahui materi pembelajaran tersebut. Metode pengamatan langsung dapat memotivasi siswa untuk mengerti pembelajaran dan   menemukan prinsip-prinsip utama dalam pembelajaran tersebut dan memecahkan masalah secara mandiri serta memiliki keterampilan berpikir kritis karena siswa sendiri menemukan langsung materi yang diajarkan, menganalisa dan diharapkan mampu menyimpulkan materi pembelajaran tersebut dengan kata-kata sendiri.

Berdasakan uraian di atas maka peneliti melakukan penelitian perbaikan pembelajaran dengan judul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Tentang Organ Gerak Hewan Dengan Menggunakan Metode Pengamatan Langsung Pada Siswa Kelas V SDK Larantuka IV”.

B. Rumusan Masalah

Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDK Larantuka IV tentang organ gerak hewan dengan menggunakan metode pengamatan langsung?”

C. Cara Pemecahan Masalah

Dalam pemecahan masalah perlu dilakukan beberapa tahap untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari peneliti yang meliputi empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi

D.Tujuan Penelitian

Yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDK Larantuka IV melalui penggunaan metode pengamatan langsung.

E. Manfaat Penelitian

Perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan diharapakan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi :

  1. Siswa

Siswa kelas V SDK Larantuka IV, lebih termotivasi terhadap mata pelajaran IPA, khususnya pembelajaran tentang organ gerak pada hewan dan hasil belajarnya meningkat.

  1. Guru

Guru dapat mengembangkan pengetahuan dan ketrampilannya untuk memperbaiki diri dalam pembelajaran secara terus-menerus.

  1. Sekolah

Sebagai masukan bagi sekolah dalam mengembangkan metode pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar pada mata pelajaran IPA.

  1. Peneliti

Sebagai sarana untuk menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman bagi peneliti dalam penerapan ilmu yang diperoleh dari bangku perkuliahan dengan realita yang terjadi di masyarakat dan dapat dijadikan sebagai referensi bagi peneliti yang lain untuk melakukan penelitian selanjutnya.

Baca Juga:   Donasi Terkumpul dari Konser Solidaritas Bersama Jaga Indonesia Disalurkan ke Pelaku Pariwisata dan Pelaku Parekraf

.F. Kerangka Berpikir

Upaya untuk melakukan perbaikan pembelajaran terus dilakukan. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDK Larantuka IV adalah dengan menggunakan metode pengamatan langsung. Metode pengamatan langsung merupakan satu komponen penting dalam pendekatan konstruktivistik yang telah memiliki sejarah panjang dalam inovasi atau pembaharuan pendidikan. Dalam pengamatan langsung, siswa didorong untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan dan menulis prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Pembelajaran dengan menggunakan metode pengamatan langsung memacu siswa untuk mengetahui materi pembelajaran tersebut. Metode pengamatan langsung dapat memotivasi siswa untuk mengerti pembelajaran dan   menemukan prinsip-prinsip utama dalam pembelajaran tersebut dan memecahkan masalah secara mandiri serta memiliki keterampilan berpikir kritis karena siswa sendiri menemukan langsung materi yang diajarkan, menganalisa dan diharapkan mampu menyimpulkan materi pembelajaran tersebut dengan kata-kata sendiri.

G. Hipotesis Tindakan

Yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah “Jika guru menggunakan metode pengamatan langsung maka hasil belajar siswa kelas V SDK Larantuka IV tentang organ gerak hewan dapat ditingkatkan.

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dianalisis secara deskriptif kualitatif yang terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

B. Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan pada semester satu Bulan Agustus, Tahun Ajaran 2022/2023.

C. Tempat Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas V SDK Larantuka IV, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur.

D. Subyek Penelitian

Penelitian dilaksanakan terhadap siswa kelas V SDK Larantuka IV sebanyak 20 siswa, terdiri dari 7 orang siswa laki-laki dan 13 orang siswa perempuan, dengan tingkat kemampuan berbeda, ada yang kurang, ada yang sedang dan ada beberapa orang di atas rata-rata kelas.

E. Prosedur Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Setiap tahapan diuraikan sebagai berikut :

1. Deskripsi Siklus I

Siklus I terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

a. Perencanaan

Kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :

  1. Melakukan konsultasi dengan guru pembimbing mrencanakan pembelajaran pada siklus I.
  2. Guru menyiapkan rencana pembelajaran Siklus I
  3. Guru menyiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS)
  4. Membagi siswa dalam 4 kelompok
  5. Guru menyiapkan lembaran pengamatan dan soal evaluasi
  6. Guru melakukan konsultasi dengan guru tentang RPP.

b. Pelalsanaan

Setelah melakukan konsultasi dengan guru pembimbing, peneliti melaksanakan pembelajaran sesuai dengan apa yang sudah direncanakan dengan langkah – langkah sbb:

  1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
  2. Guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran
  3. Guru membagikan LKS
  4. Dengan mengamati gambar organ gerak hewan, siswa dan guru mengadakan tanya jawab tentang organ gerak hewan.
  5. Membimbing diskusi kelompok mengenai organ gerak hewan.
  6. Guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran.
  7. Melaksanakan pos tes.

c. Observasi

Kegiatan yang dilakukan dalam observasi adalah :

  1. Guru peneliti melakukan pengamatan terhadap siswa.
  2. Guru pembimbing melakukan pengamatan terhadap guru peneliti selama proses pembelajaran dengan menggunakan format yang tersedia.
  3. Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa.

d. Refleksi

1. Setelah peneliti melihat hasil yang diperoleh dari guru pembimbing, guru peneliti melakukan diskusi membahas kekurangan dan melakukan perbaikan untuk pembelajaran pada Siklus II.

2. Guru merancang perbaikan pembelajaran untuk menyempurnakan tindakan pada siklus II.

2. Deskripsi Siklus II

Pelaksanaan rencana tindakan kedua merujuk pada data siklus I dan sesuai dengan hasil refleksi dengan strategi sebagai berikut :

a. Perencanaan

Melihat kekurangan yang muncul pada siklus I dan menentukan solusinya dengan langkah-langkah :

1. Guru menyiapkan rencana perbaikan pembelajaran

2. Guru menyiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS)

3. Guru menyiapkan lembaran pengamatan dan soal evaluasi

4. Membagi siswa dalam lima kelompok

5. Guru peneliti meminta bantuan guru pembimbing melakukan pengamatan proses pembelajaran.Pelaksanaan

Baca Juga:   Poltekpar Bali Buka PSDKU di Manado Kerjasama dengan Universitas Sam Ratulangi

b. Pelaksanaan

Kegiatan yang dilaksanakan pada Siklus II adalah sebagai berikut :

  1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
  2. Guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran
  3. Guru menjelaskan materi pembelajaran
  4. Guru membagikan lembaran LKS
  5. Siswa mengamati organ gerak ikan yang ada di sekitar lingkungan sekolah dan menulis hasil pengamatannya.
  6. Siswa melaporkan hasil pengamatannya di depan kelas
  7. Guru membimbing siswa dalam proses pelaporan hasil pengamatannya.
  8. Guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran.
  9. Mengadakan pos tes.

c. Observasi

Kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut :

1. Guru pengamat melakukan pengamatan terhadap siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

2. Guru pengamat melakukan pengamatan terhadap guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung.

3. Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa.

d. Refleksi

Bersama guru pembimbing berdiskusi tentang hasil yang diperoleh pada Siklus II.

F. Teknik Pengumpulan Data

Data dikumpulkan dengan cara :

  1. Hasil pengamatan guru pengamat.
  2. Analisis hasil evaluasi tiap siklus

G. Teknik Analisa Data

Untuk mengetahui hasil dari rata-rata kelas dan ketuntasan nilai secara klasikal dapat diketahui dengan rumus di bawah ini.

H. Indikator Keberhasilan

Data hasil tes belajar dianalisis dengan menggunakan acuan tingkat pemahaman atau penguasaan siswa. KKM yang digunakan adalah 70. Tingkat keberhasilan siswa dikatakan telah tuntas belajar apabila telah memiliki daya serap 70 % ke atas. Sedangkan ketuntasan klasikal tercapai apabila paling sedikit 85 % siswa di kelas tersebut telah tuntas belajar.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Data dikumpulkan melalui lembaran observasi siswa, observasi guru dan hasil evaluasi yang dilaksakan pada siklus I. Jumlah siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 9 orang dengan prosentase keaktifan sebesar 45% dan siswa yang kurang aktif ada 11 orang dengan prosentase sebesar 55%. Sedangkan hasil observasi guru dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung. Aspek yang diamati adalah kegiatan pra pembelajaran, kegiatan membuka atau memulai pembelajaran, kegiatan inti dan penutup. Jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus I adalah 14,02, dengan rata-rata skor adalah 3,51. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru dalam pembelajaran maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus I. Pembelajaran siklus I diakhiri dengan pemberian post tes. Jumlah nilai siswa siklus I adalah 1240, rata-rata kelas 62. Prosentase ketuntasan secara klasikal 35%.

Setelah melaksanakan pembelajaran peneliti bersama pembimbing melakukan refleksi selama pembelajaran berlangsung. Hasil refleksi siklus I adalah guru belum menggunakan metode sesuai dengan materi yang diajarkan. guru belum menyediakan media pembelajaran sehingga siswa kurang mengerti tentang materi yang disampaikan dalam pembelajaran. Hasil yang diperoleh siswa dalam pembelajaran siklus I belum menunjukkan hasil yang memuaskan sehingga perlu diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II.

Hasil refleksi siklus I menunjukkan bahwa perlu adanya perbaikan pembelajaran. Pembelajaran siklus II guru menggunakan metode pengamatan langsung. Pengamatan yang dilaksanakan adalah lingkungan sekolah. Adapun kegiatan dalam observasi siklus II adalah guru pengamat melakukan pengamatan kepada siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Guru pengamat melakukan pengamatan kepada guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa. Hasil observasi siswa menunjukkan semua siswa aktif dalam pembelajaran dengan prosentase 100%. Observasi guru dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung. Aspek yang yang diamati adalah kegiatan pra pembelajaran, kegiatan membuka atau memulai pembelajaran, kegiatan inti dan penutup. Jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus II adalah 15,76, dengan rata-rata skor adalah 3,94. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus II.Pembelajaran siklus II diakhiri dengan pemberian post tes. Hasil post menunjukkan bahwa semua siswa tuntas dalam pembelajaran dengan prosentase 100%. Jumlah nilai siklus II 1610 dengan rata-rata kelas 80,50.

 B. Pembahasan

Pada pembelajaran siklus I guru menjelaskan materi pembelajaran, siswa mengamati gambar tentang organ gerak hewan, siswa dan guru mengadakan tanya jawab tentang organ gerak hewan guru membimbing diskusi kelompok mengenai organ gerak hewan. Guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Dalam pembelajaran jumlah siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 9 orang dengan prosentase keaktifan sebesar 45% dan siswa yang kurang aktif ada 11 orang dengan prosentase sebesar 55%. Sedangkan aspek yang diamati dalam observasi guru pada kegiatan pra pembelajaran, kegiatan membuka atau memulai pembelajaran, kegiatan inti dan penutup. Jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus I adalah 14,02, dengan rata-rata skor adalah 3,51. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus I. Jumlah nilai siswa siklus I adalah 1240, rata-rata kelas 62. Prosentase ketuntasan secara klasikal 35%.

Baca Juga:   Kemendikbud Luncurkan Tiga Kebijakan Dukung Mahasiswa dan Sekolah Terdampak COVID-19

Melihat hasil yang ada pada siklus I maka peneliti dan guru pengamat melakukan refleksi. Hasil refleksi siklus I adalah guru belum menggunakan metode sesuai dengan materi yang diajarkan. Guru belum menyediakan media pembelajaran sehingga siswa kurang mengerti tentang materi yang disampaikan dalam pembelajaran. Hasil yang diperoleh siswa dalam pembelajaran siklus I belum menunjukkan hasil yang memuaskan sehingga perlu diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II.

Pada pertemuan siklus II guru menyampaikan tujuan pembelajaran, guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran. Guru menjelaskan materi pembelajaran. Guru membagikan lembaran LKS. Siswa organ gerak ikan dan menulis hasil pengamatannya. Siswa melaporkan hasil pengamatannya di depan kelas. Guru membimbing siswa dalam proses pelaporan hasil pengamatannya. Guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Mengadakan pos tes. Hasil observasi siswa menunjukkan bahwa semua siswa aktif dalam pembelajaran dengan prosentase 100%.  Sedangkan jumlah nilai yang diperoleh guru dalam observasi guru siklus II adalah 15,76, dengan rata-rata skor adalah 3,94. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus II.

Pembelajaran siklus II diakhiri dengan pemberian post tes. Hasil post menunjukkan bahwa semua siswa tuntas dalam pembelajaran dengan prosentase 100%. Jumlah nilai siklus II 1610 dengan rata-rata kelas 80,50.

Berdasarkan hasil observasi siswa, observasi guru serta hasil evaluasi yang diperoleh pada siklus I dan siklus II dikatakan bahwa penggunaan metode pengamatan langsung dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDK Larantuka IV Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur tahun ajaran 2022/2023.

Simpulan

Berdasarkan hasil observasi dan hasil tes yang diperoleh siklus I yaitu jumlah siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 9 orang dengan prosentase keaktifan sebesar 45% dan siswa yang kurang aktif ada 11 orang dengan prosentase sebesar 55%. Jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus I adalah 14,02, dengan rata-rata skor adalah 3,51. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus I. Jumlah nilai siswa siklus I adalah 1240, rata-rata kelas 62. Prosentase ketuntasan secara klasikal 35%

Sedangkan hasil observasi siswa dalam pembelajaran siklus II menunjukkan bahwa semua siswa aktif dalam pembelajaran dengan prosentase 100%.  Sedangkan jumlah nilai yang diperoleh guru dalam observasi guru siklus II adalah 15,76, dengan rata-rata skor adalah 3,94. Jumlah nilai siswa siklus II adalah 1610. Rata -rata kelas 80,50. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus II.

Berdasarkan hasil yang diperoleh siswa siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan maka disimpulkan bahwa penggunaan metode pengamatan langsung dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDK Larantuka IV.

Saran

Berdasarkan hasil yang diperoleh siklus I dan siklus II maka peneliti menyampaikan beberapa saran :

  1. Bagi Siswa

Memotivasi diri dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru sehingga mampu mengalami langsung materi pembelajaran.

  1. Bagi Guru

Guru dapat mengembangkan pengetahuan dan ketrampilannya untuk memperbaiki diri dalam pembelajaran secara terus-menerus.

  1. Bagi Sekolah

Sebagai masukan bagi sekolah dalam mengembangkan metode pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar pada mata pelajaran IPA.

  1. Bagi Peneliti

Sebagai sarana untuk menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman bagi peneliti dalam penerapan ilmu yang diperoleh dari bangku perkuliahan dengan realita yang terjadi di masyarakat dan dapat dijadikan sebagai referensi bagi peneliti yang lain untuk melakukan penelitian selanjutnya.***

 

Berita Terkait