Home News Seorang Advokat Harus Jujur

Seorang Advokat Harus Jujur

by sonny sonny

PARADISO.CO.ID I DENPASAR – Sore itu langit masih nampak cerah, dan matahari masih sangat kuat memancarkan sinarnya, dari depan kantor Advokat ternama, sempat ditanya salah seorang pekerja di sana, dan baru dipersilakan masuk setelah menjelaskan keperluanku menemui pimpinan kantor hukum gedung dua lantai itu.

Sambil berjalan masuk ke salah satu ruangan yang ditujuh melewati beberapa asesoris ruangan yang berdiri di samping kanan melengkapi keindahan tata ruang gedung tersebut.

Nampak dari arah berjauhan sebuah ruangan yang pintunya terbuka, dan saya diarahkan masuk ke dalam ruangan itu. Terlihat, duduk di sebuah meja kerja yang dipenuhi buku dan beberapa bendel kertas warna putih, raut wajah seorang yang tegas dan berwibawa memakai baju batik berwana cokelat, tepat di belakangnya di sebuah dinding tergantung lukisan couple yang sangat indah.

Ruangan semakin terasa sejuk karena pada dinding sebelah kanan ruangan sang Advokat dipasang wallpaper corak bunga-bunga berwarna ungu.

Samuel H.J Uruilal, ST.,SH.,MH, seorang Advokat yang tidak asing kedengaran di dunia penegakan hukum di Bali. Namun, sebelum memulai karirnya di dunia hukum Samuel sempat kuliah di Fakultas Tehnik Universitas Udayana. Sarjana Tehnik Mesin lulusan tahun 1996 itu, sebelum tamat kuliah di Fakultas Teknik Samuel pernah magang di PT PAL Surabaya selama satu tahun, dan setelah itu balik lagi ke Bali karena banyak mengikuti kompetisi Karate, diantaranya kejuaraan Nasional tingkat Mahasiswa, dan kejuaraan Nasional memperebutkan piala KASAD.

Baca Juga:   Menparekraf Tinjau Proyek Pembangunan Bali Maritime Tourism Hub

Menariknya, sang penyandang Dan 3 KKI (Kushin Ryu Karate-do Indonesia) ini, ternyata sangat tertarik di dunia bisnis kuliner, sehingga mulai menjajaki dunia bisnis restaurant pada tahun 2009 hingga saat ini.

Tak berhenti di situ saja, namun ketertarikannya di dunia hukum muncul dan pada tahun 2009 itu juga, Samuel mengambil kuliah di Fakultas Hukum, Jurusan Ilmu Hukum Universitas Warmadewa Denpasar, menjadi sarjana Hukum pada tahun 2012.

Dengan tidak menunda-nunda waktu pada tahun 2012, Samuel langsung mengikuti PKPA di Jakarta dengan organisasi KAI (Kongres Advokat Indonesia), karena pada saat itu KAI buka kelas PKPA.

Tetapi, sebelum ikut PKPA dengan organisasi KAI di Jakarta, Samuel sudah mulai magang di kantor hukum saudaranya di Denpasar.

Bertanya soal fokus beracara, sontak Samuel menjawab bahwa lebih fokus pada Coorporate Lawyer, yang mana sekitar 25 perusahaan yang dipegang oleh Kantor Hukum Samuel Uruilal and Partners.

Selama beracara 9 tahun menggeluti di dunia Advokat, bagi dia yang paling berkesan saat mendampingi seorang kliennya dari Australia.

Menariknya, saat itu Samuel sempat berterus terang dihadapan kliennya dengan mengatakan,”saya belum pernah menangani kasus seperti ini, kalau kamu mau saya akan carikan pengacara yang lain,”jelasnya dengan polos.

Namun, klien warga Australia tersebut tetap kekeh, dan sempat mengatakan kamu tidak percaya diri, walaupun demikian, klien tersebut tetap percaya, dan ingin bahwa yang harus mendampingi persoalan hukumnya di pengadilan adalah Samuel.

Baca Juga:   Sidang Putusan Menolak Gugatan Penggugat, Raymond : Secara Hukum, Jual Beli Batal Demi Hukum

“Nah, saat persidangan ada momen yang tidak pernah saya lupakan yaitu membuat jawaban gugatan, dan ternyata isi dari jawaban gugatan tersebut terbalik, dan ketika itu sempat diajarin oleh hakim yang memimpin sidang. Karna pembelajaran yang sangat berarti itu, hingga saat ini kesalahan seperti itu tidak pernah terulang lagi. Bagi saya menjadi seorang Advokat itu yang paling terpenting adalah harus jujur,”pungkas Samuel.

Ketika bertanya tentang tokoh hukum yang menjadi idolanya, ia menyebutkan Prof. Muladi, karena banyak buku-buku yang mengulas tentang HAM karangan Prof. Muladi yang digemari olehnya.

Tertariknya akan HAM menurut dia, karena ketika seorang Tersangka atau Terdakwa diperiksa yang patut dibelah adalah hak asasinya.”hak asasi tersangka maupun terdakwa itu harus diakomodir saat pemeriksaan di Kepolisian,”cetusnya

Karena bagi seorang Samuel dibalik kesalahan-kesalahan yang dilakukan Tersangka ataupun Terdakwa pasti masih ada sedikit kebaikan dalam dirinya untuk patut dibuktikan sebagai pembelaan diri. Jadi pada prinsipnya hak asasi manusia itu harus dibelah terlepas dengan segala perbuatan salahnya.

Terlepas dari banyaknya kesibukan di dunia penegakan hukum, namun bagi Samuel ada dua hal penting yang menjadi prinsip hidup, “,Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, dan perlakukanlah orang lain sebagaimana engkau diperlakukan” .***

Penulis – Sonny

 

Berita Terkait

Leave a Comment