Dijerat UU ITE, Terdakwa Linda Fitria Paruntu Dituntut Pidana Penjara Selama 1 Tahun 6 Bulan

PARADISO.CO.ID I DENPASAR -Terdakwa kasus Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Linda Fitria Paruntu, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan tuntutan pidana satu tahun enam bulan kurungan, dan denda Rp 3000.000, subsidair dua bulan kurungan. Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa, 29 September 2020.

Dalam tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum Eddy Arta Wijaya, SH mengatakan, bahwa terdakwa Linda Fitria Paruntu dianggap telah melakukan tindak pidana dengan sengaja, dan tanpa hak mendistribusikan, mentransmisikan, membuat dapat diaksesnya informasi elektronik, dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan, dan pencemaran nama baik.

Terdakwa Linda Fitria Paruntu dianggap melanggar Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Terhadap tuntutan jaksa tersebut, penasihat hukum terdakwa Linda Fitria Paruntu, Iswahyudi, SH menjelaskan itu merupakan hak dari jaksa penuntut umum untuk melakukan penuntutan, namun sebagai pembelaan terhadap terdakwa nantinya akan disampaikan melalui pledoi atau pembelaan pada sidang berikut,”jelas Iswahyudi.

Seperti diketahui, terdakwa Linda Fitria Paruntu dijerat hukum, karena dipicu dengan sebuah postingan yang diunggah di media sosial (medsos) yang bertuliskan kalimat “Mana orang kayak monyet dan mana yang kaya beneran,” dan akhirnya terdakwa dijerat dengan Undang-Undang ITE.***

Penulis – Bene I Editor – Sonny

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *